Mengeneal Perbedaan Desain UI dan UX
User Experience Fundamental UI dan UX

Mengenal Perbedaan Desain UI dan UX

By

Sahabat Hen Hen– Pada artikel ini kita akan mencoba mengenal perbedaan Desain UI dan UX dari sisi pengertian dan kemampuan yang dibutuhkan. Mungkin dari teman-teman masih ada yang awam dengan istilah user interface dan user experience. Pada artikel ini kita akan bersama-sama belajar mengenai fundamental dari User Interface dan User Expeirence. Mari kita mulai belajar.

Pengenalan User Interface

User Interface (UI) design atau desain antarmuka adalah proses yang digunakan desainer untuk membangun antarmuka dalam perangkat lunak yang berfokus pada penampilan. UI desainer bertujuan untuk membuat tampilan antarmuka yang mudah digunakan dan menyenangkan pengguna. Desain UI mengacu pada antarmuka pengguna grafis dan bentuk lainnya seperti tampilan antarmuka yang dapat dikendalikan suara. Tugas seorang desainer UI adalah merancang semua layar tempat pengguna akan bergerak, dan menciptakan elemen visual dan sifat interaktif yang memfasilitasi pergerakan ini.

Dilansir dari Interaction Design Foundation, ada tiga bentuk UI yang dikembangkan oleh desainer ini. Graphical User Interface (GUIs), pengguna berinteraksi dengan representasi visual pada panel kontrol digital. Desktop komputer adalah GUI. Voice-controlled Interface (VUI), pengguna berinteraksi dengan ini melalui suara mereka. Kebanyakan asisten pintar seperti Google Assistant atau Siri adalah VUI.Antarmuka berbasis gestur, pengguna terlibat dengan ruang desain 3D melalui gerakan tubuh. Bentuk desain UI ini biasanya digunakan dalam virtual reality.

Mengeneal Perbedaan Desain UI dan UX

Seorang desainer UI berkolaborasi erat dengan developer, copywriter dan desainer UX. Membuat, meningkatkan, dan menggunakan wireframeprototype, panduan gaya, aliran pengguna, dan komunikasikan gagasan interaksi secara efektif menggunakan berbagai metode. Menyajikan dan mempertahankan keputusan desain. Semua keputusan desain harus didasarkan pada design roadmap keseluruhan serta pemikiran dan prinsip-prinsip dasar desain.

Skill yang dibutuhkan UI

Dilansir dari Career Foundry, ada beberapa soft skill dan hard skill yang harus dimiliki seorang UI designer.

Soft skill yang perlu dimiliki: 

Komunikasi

Komunikasi adalah kunci dalam desain UI. Saat ingin menyerahkan desain kepada developer, hal yang perlu dilakukan yaitu mengkomunikasikan fungsi yang dimaksudkan dari setiap elemen yang didesain secara efektif. Desainer UI sering kali perlu menjelaskan bahkan mengkonfirmasi keputusan desain sedetail mungkin. Oleh karena itu, kemampuan komunikasi dengan klien dan pemangku kepentingan adalah soft skill pertama yang harus dimiliki.

Kerja sama tim

Soft skill kedua yang perlu dimiliki adalah kemampuan kerja sama tim. Dalam bekerja desainer UX akan berkolaborasi dengan web developer, pemangku kepentinga, hingga klien. Bekerja dengan baik dalam tim adalah keterampilan penting yang melibatkan kemampuan mendengarkan dan mengatasi masalah bersama untuk sampai ke akar masalah.

Empati

Empati adalah soft skill lainnya yang perlu dimiliki untuk menjadi seorang desainer UI. Hal ini karena seorang desainer UI perlu menempatkan diri pada posisi pengguna.

Aksesibilitas dan Inklusivitas

Menjaga aksesibilitas dan inklusivitas sangat penting untuk menciptakan antarmuka yang akan dinikmati semua pengguna. Oleh karena itu, desainer UI juga harus menempatkan empati dalam setiap keputusan desainnya.

Hard skill yang perlu dimiliki

Sekalipun pada level pemula, seorang desainer UI akan diharapkan untuk memiliki pemahaman pada setidaknya satu aplikasi UI seperti Sketch, Adobe XD, dan alat prototyping seperti InVision. Desainer UI juga membutuhkan pemahaman yang kuat tentang metode, teori, dan praktik dasar yang membentuk dasar desain UI. Hal ini termasuk teori warna, tipografi, dan pola desain UI, serta pendekatan desain dasar. Teori-teori ini akan membantu untuk mendapatkan wawasan yang lebih dalam tentang bagaimana pengguna memandang dan menafsirkan pekerjaanmu.

Pengenalan User Experience (UX)

Pengertian User Experience (UX)

User Experience Design atau desainer UX yaitu profesi dimana meningkatkan sebuah kepuasan pengguna aplikasi/pengunjung website untuk tetap meningkatkan kegunaan/kesenangan dalam berinteraksi pengguna dan produk tersebut. UX berkembang dengan sangat cepat sekarang dan menjadi penting bagi perusahaan dalam mengembangkan sebuah produk.

Menurut Career Explorer, desain UX adalah proses di mana perusahaan mencoba menentukan pengalaman apa yang terbaik bagi pengguna dalam menggunakan produknya, dalam hal ini situs atau aplikasi. Perancangan proses ini disebut UX designer. Desainer UX bertugas meningkatkan kepuasan pengguna dengan suatu produk dengan membuat kegunaan, aksesibilitas, dan interaksi. Hal ini ditujukan agar pengalaman yang dimiliki oleh pengguna menjadi lebih baik. Meski begitu, mereka bukan peran yang bisa bekerja sendiri. Diperlukan peran-peran lain untuk mendukung, seperti peneliti UX yang melakukan riset. Selain itu, ada pula UX writer yang mengisi konten dan UI designer yang bertugas mempercantik tampilan produk.

Skill yang dibutuhkan UX

Desainer UX tidak hanya bertugas membawa produk, dalam hal ini situs atau aplikasinya ke banyak orang. Secara khusus, ia juga menjaga agar pengguna nyaman dalam menggunakan produk tersebut. Pekerjaan yang sangat kompleks membuat mereka dituntut untuk memiliki banyak kemampuan, baik itu soft skill maupun technical skill. Berikut beberapa skill dasar untuk dapat bekerja maksimal di posisi ini.

Komunikasi visual

Kemampuan visual menjadi penting karena hal utama yang dikerjakan pada desain UX akan berkaitan dengan apa yang dilihat oleh pengguna. Dengan kemampuan komunikasi visual yang baik, desainer UX tentu tidak akan mengalami kesulitan. Apalagi bila ditambah dengan kemampuan riset dan menulis, produk yang ingin dijual tentu akan lebih menarik dan memenuhi nilai kegunaan.

Desain interaksi

Seorang desainer UX harus bisa membuat desain yang menarik dan mudah digunakan. Hal ini dimaksudkan agar pengguna mau secara terus menerus menggunakan produk tersebut. Maka dari itu, kemampuan desain, terutama interaksi, cukup penting. Secara umum, desain interaksi adalah rancangan interaksi dari setiap desain yang menjelaskan sebab-akibat dari kegiatan yang dilakukan. Salah satu contohnya adalah pengingat bahwa kata sandi yang dimasukkan saat login adalah salah.

Wireframing dan prototyping

Kemampuan ini penting dalam proses desain pada sebuah produk. Wireframe adalah kerangka atau coretan kasar untuk sebelum proses desain dimulai. Sementara itu, prototype adalah proses pengembangan desain lebih lanjut agar dapat membuat sebuah alur. Dengan kemampuan ini, desainer UX dapat dengan mudah berkomunikasi dengan penembakan. Selain itu, kemampuan ini akan membuat desain lebih mudah dijelaskan kepada tim lain seperti front end developer dan product manager.

You may also like

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
1 Comment
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
trackback

[…] Pinterest […]

%d bloggers like this: